District 9 (2009)

October 4, 2009

#72 on IMDB Top 250 list
IMDB rating: 8.5
RT meter: 90%
Genre: Action/Drama/Sci-Fi/Thriller

DIST9_TSR_1SHT_3

Brilliant! IS first word that comes in mind after I finished watching.

Film ini benar-benar sanggup mengguncang emosi. Membuat kesal. Terharu. Membuat saya bertepuk tangan setelah menonton. Seperti menonton 12 Angry Man untuk yang ke dua kalinya. Dengan plot dan setting yang berbeda.

Sebuah film tentang manusia.
Human is such a horrible yet wonderful creature.

Wajib tonton!

Rating: 9/10

*maaf tidak banyak yang saya tulis untuk film ini. Just watch. And feel the experience.


Star Trek (2009)

October 3, 2009

#130 on IMDB Top 250 list
IMDB rating: 8.3
RT meter: 95%
Genre: Action/Adventure/Sci-Fi

px_fSen5079636621

Ah, film ini akhirnya saya tonton juga. Thanks to lambannya bisokop di Bandung dalam memutar film-film bagus.
Let’s go reviewing, shall we.

Tidak diragukan lagi, Star Trek mungkin telah menjadi salah satu icon yang paling terkenal dari serial ber-genre Sci-Fi. Petualangan Kapten James T. Kirk dan Komandan Spock dengan USS Entreprise memang telah memikat hati banyak orang di dunia ini. Namun, film Star Trek ini telah membawa pengalaman bersama mereka ke suatu level baru yang tak terbayangkan sebelumnya.

Film ini bercerita tentang ‘another reality’ dari cerita Star Trek sebelumnya. Mainly, ceritanya berada di seputar petualangan James T. Kirk muda dan Spock yang berperang melawan para Romulan. Tapi, let’s step away from the story, and talk about what makes this movie good. Film ini adalah sebuah film yang dapat dikategorikan ‘komplit’. Pada awal film, kita akan disuguhi adegan-adegan seru dan juga dramatis. Kemudian, dengan majunya alur, sedikit adegan komedi dan romance ditambahkan. Dan semuanya berpadu dengan baik selama 127 menit jalannya film. Dan, semua itu didukung oleh special effect dan sound effect yang sangat memuaskan mata dan telinga. And that, what makes this movie good. Mungkin film ini tidak akan mengguncang emosi seperti District 9, namun akan sangat sangat menghibur penontonnya. Rekomendasi saya untuk film ini:

Wajib Tonton!

Rating: 8.5/10

Blogged with the Flock Browser

Candu

September 27, 2009

oh, rasanya sulit sekali untuk berhenti dari kebiasaan buruk.
ya, saya memang punya kebiasaan buruk yang ingin sekali saya enyahkan sejak dahulu.
kebiasaan buruk bernama curiousity.

mengapa curiousity menjadi kebiasaan buruk bagi saya? dalam kadar yang cukup, rasa ingin tahu merupakan senjata yang ampuh. rasa ingin tahu dapat mendorong seseorang untuk tumbuh dan berkembang. dengan rasa ingin tahu, kita dapat menggali hal-hal baru, menghasilkan pemikiran dan penemuan luar bisa yang memberi kontribusi yang besar bagi kehidupan. namun, pada kasus saya, rasa ingin tahu ini diracuni oleh perasaan bosan.

ya,  perasaan bosan ini telah mengubah drive positif rasa ingin tahu menjadi sebuah candu. candu yang menghabiskan banyak sekali waktu. waktu yang seharusnya bisa diisi dengan hal-hal yang lebih bermanfaat. dan seperti candu, kebiasaan buruk meracuni tubuh dan pikiran. memerintahkan mereka untuk melakukannya terus-menerus. hingga ketika semua euforia itu telah habis, yang tersisa hanyalah perasaan kalah dan menyesal.

oh, candu ini. ingin aku segera lepas dari pengaruh jahatnya.

Blogged with the Flock Browser

Léon (1994)

August 27, 2009

also known as Léon the Professional (1994)

#36 on IMDB Top 250 list
IMDB rating: 8.6
RT meter: 74%
Genre: Action/Adventure

film terbaik yang pernah dibuat oleh Luc Besson (tentu saja, jika dibandingkan dengan Taxi dan The Fifth Element) ini memperkenalkan bintang muda Natalie Portman. Film ini bercerita tentang hubungan seorang hitman bernama Léon (Jean Reno) dengan seorang gadis kecil bernama Mathilda (Natalie Portman) demi membalaskan dendam pembunuh keluarga sang gadis cilik.

Pada pembukaan film ini kesan film dark dan noir cukup terasa, sehingga saya pada awalnya menduga film ini seperti film-film karya Kubrick. Namun seiring berjalannya alur cerita, filmnya menjadi cukup hangat, sehingga hampir menyerupai sebuah film keluarga, walaupun belum dapat dikatakan film keluarga dengan semua adegan action-nya. Film ini kemudian ditutup dengan ending yang cukup dramatis walaupun tidak sesuai dengan harapan saya (not every thing that you wished for comes true =P) .  Walaupun jalan ceritanya cukup unik, kekuatan utama film ini tetap terletak pada penampilan yang sangat baik dari Jean Reno, Natalie Portman (yang berumur 12 tahun saat itu), dan Gary Oldman yang bermain sebagai tokoh antagonis. Rekomendasi saya untuk film ini adalah:

Wajib tonton! (sebagai film ringan di akhir pekan ^^)

Rating: 7.5/10


Cin(t)a (2009)

August 21, 2009

film ini saya tonton di tengah excitement film Indonesia saat ini di bioskop. Setelah dua film keluarga yang dirilis pada liburan lalu, Garuda di Dadaku dan King, saat momen peringatan hari kemerdekaan, Merantau, Merah Putih, dan yang terakhir Cin(t)a juga diputar di bioskop. Dan saya memilih untuk menonton Cin(t)a.

Film ini katanya karya salah satu alumni LFM salah satu perguruan tinggi di Bandung. Makanya, pementasan perdananya ramai dipenuhi oleh mahasiswa dari perguruan tinggi tersebut. Film ini pun sudah ramai dibicarakan  sejak trailer filmnya dirilis pada awal tahun ini. Memang, adegan pada trailer film ini terlihat sangat menarik.

Lalu, bagaimanakah dengan filmnya sendiri, apakah semenarik trailernya?
Yang berharap film ini bagus boleh kecewa, karena ternyata adegan paling menarik dari film ini merupakan adegan yang ada di trailernya. Dari segi pengambilan gambar, banyak sekali adegan yang menggunakan perubahan fokus yang sangat kentara sekali. Sound mixing nya pun tidak terlalu baik, seringkali score yang diputar terlalu keras, menutupi dialog dari pemerannya.  Adegannya banyak sekali yang aneh, terlalu teatrikal untuk sebuah film. Jalan ceritanya pun aneh, dengan ending yang tidak kalah anehnya. Satu-satunya hal yang bisa disalvage dari film ini adalah tema ceritanya yang didukung dengan dialog-dialog kritis ala mahasiswa yang baik.

Despite semua kritik di atas, saya cukup salut dengan film ini, terutama dengan strategi publikasinya. Semoga film ini dapat menimbulkan animo di kalangan sineas-sineas muda untuk dapat membuat karya yang lebih baik lagi.

Yak, sampai pada bagian terakhir dari review ini. Rekomendasi saya untuk film ini adalah:

Tidak disarankan untuk ditonton! Kecuali anda benar-benar penasaran untuk menonton setelah melihat trailernya. Resiko tidak ditanggung.

Rating: 3/10


Peringatan Kemerdekaan

August 18, 2009

Kemarin Indonesia baru saja memperingati hari kemerdekaannya. Hari dimana Proklamasi Kemerdekaan RI dibacakan. Ada yang cukup spesial pada hari kemerdekaan kali ini. Indonesia baru saja mengalami serangan teroris pada tanggal 17 Juli lalu. Semenjak serangan itu, di twitter mulai bergulir seruan Kami tidak takut,  #indonesiaunite, yang mengajak semua orang untuk tidak takut dengan terorisme dan lebih mencintai Indonesia. Semangat persatuan dan kecintaan terhadap Indonesia ini tidak terbatas pada kegiatan di dunia maya saja. Semangat itu pun terasa di dunia nyata. Serangan teroris itu telah membuat rakyat Indonesia semakin bersatu.

Yang membuat saya heran adalah, kenapa para teroris yang melakukan aksi teror tersebut tidak menyadari kenyataan ini. Mendesak seseorang/kelompok, apalagi dengan kekerasan, justru akan menimbulkan perlawanan yang lebih keras. Orang yang merasa senasib cenderung untuk bersatu di bawah tekanan. Bukankah itu merupakan sifat dasar manusia, yang semua orang juga tahu? Lalu untuk apa mereka melakukan hal ini? Sekedar menebar teror? I am amazed by how people thinks sometimes.

Hal lain ttg kemerdekaan adalah, pada tanggal itu Bapak berulang tahun. Setiap ada anggota keluarga yang berulang tahun, aku selalu merasa, boy, time sure fly by quickly. Dan lagi-lagi perasaan tidak berdaya karena apa-apa yang ditargetkan yang belum tercapai itu datang kembali. Dan kemudian perasaan itu membakar semangat dalam diri. Seperti gerakan #indonesiaunite yang bergulir di twitter dan tumbuh menjadi suatu gerakan besar. Semangatku pun mulai membara semakin besar di dalam dada.

Maka mulai sekarang, aku akan kembali berjuang!!!


Casablanca (1942)

April 2, 2009

#11 on IMDB Top 250 list
IMDB rating: 8.8
RT meter: 96%
Genre: Drama

jika kalian menonton dvd, mungkin kalian pernah melihat salah satu iklan tentang pembajakan, yang isinya seorang lelaki yang berdiri di depan pintu dan seorang wanita yang duduk di kursi. adegan tersebut diambil dari film ini. film yang dirilis pada tahun 1942 ini dinominasikan untuk 8 oscar dan memenangkan 3, salah satu nya adalah untuk kategori Best Writing, Screenplay. film ini memang terkadang disebut-sebut sebagai film dengan screenplay terbaik sepanjang masa. ditulis oleh si kembar Epstein, Julius dan Philip, dan juga Howard Koch, film ini berlatar belakang pada Perang Dunia Ke-II di suatu kota yang bernama Casablanca. Kota ini merupakan kota transit bagi orang Eropa yang ingin pergi ke Amerika pada masa itu. Cerita di film ini berkisah seputar petualangan seorang aktivis, Victor Laszlo (Paul Henreid) dan istrinya Ilsa Lund (Ingrid Bergman) yang hendak pergi ke Amerika dan seorang pemilik Cafe, Rick Blaine (Humphrey Bogart) yang ternyata adalah kekasih lama Ilsa.

Yang saya suka dari film ini adalah tokoh rick blaine itu sendiri. humphrey bogart benar-benar mendefinisikan kata romantis di film ini. kata-katanya kepada Ilsa:  ”Here’s looking at you kid”,  merupakan salah satu movie quote terpopuler sepanjang masa. untuk ceritanya sendiri, secara umum untuk ukuran saat ini menurut saya cukup ‘biasa’. tidak terlalu menyentuh, tidak juga berbunga-bunga seperti kebanyakan film romantis saat ini. hal yang paling mencolok ya aktingnya humphrey bogart, yang jelas wajib ditonton. jadi rekomendasi untuk film ini adalah:

Wajib tonton!!

Rating: 7.5/10


Pulp Fiction (1994)

March 31, 2009

#5 at IMDB Top 250
IMBD Rating: 8.9
RT meter: 96%
Genre: Drama/Thriller

film quentin tarantino selalu identik dengan darah. hal ini seringkali menjadi bahasan di banyak review tentang film-film quentin. namun ada hal lain yang unik dari film film yang dibuat oleh quentin tarantino. alurnya tidak biasa, dan terkadang keseluruhan cerita baru bisa ditangkap setelah film berakhir.

karena hal itulah, rasanya cukup sulit untuk menceritakan plot dari film Pulp Fiction ini. ceritanya berputar di antara dua pembunuh bayaran, Vincent Vega (John Travolta) dan Jules Winnfiled (Samuel L. Jackson), seorang petinju (Bruce Willis), dan seorang istri gangster (Uma Thurman).

Ceritanya cukup unik, walaupun bergenre thriller/drama, namun kita banyak tersenyum melihat beberapa humor di film ini. selain itu, alur ceritanya menarik dan membuat kita cukup berpikir,sehingga kita terhibur di sepanjang film ini. salah satu film terbaik yang pernah saya tonton. rekomendasi saya:

Wajib untuk ditonton!

Rating: 9/10


Il buono, il brutto, il cattivo (1966)

March 29, 2009

huaaa…
entah kenapa tulisan ttg film ini lenyap begitu saja.
padahal cukup menderita untuk menulis ttg film yang tidak saya sukai.
karena itu lebih baik tetap dibiarkan begini saja, yah intinya filemnya ttg cowboy2 jaman civil war di Amrik sono.
buat yang suka sama di Clint Eastwood ato film cowboy wajib tonton sih.


belajar menulis

March 29, 2009

Saya sedang asyik membaca email dari salah satu milis yang saya ikuti ketika saya menemui pengumuman seperti berikut:

Mulai tanggal 27 Februari 2009 hingga Oktober 2009 Balai Bahasa Bandung sedang mengadakan lomba blog kebahasaan dan kesastraan. Lomba ini dibuka untuk siapa saja yang hendak membahas dan berdiskusi mengenai kebahasaan dan kesastraan Indonesia. bagi yang ingin mengikuti dapat mengunjungi alamat berikut. Lomba ini berhadiahkan total 15 juta rupiah.

Pada awalnya saya tertarik untung mengikuti lomba tersebut, tapi setelah dipikir-pikir, pengetahuan saya mengenai kebahasaan dan kesastraan Indonesia sangatlah minim. maklum, saya tidak begitu tertarik dengan pelajaran bahasa indonesia ketika masih mengenyam pendidikan di sekolah menengah. mungkin hal itu juga yang menjadi penyebab mengapa saya tidak begitu pandai menulis. ya, saya akui memang saya tidak terlalu pandai menulis. beberapa saat yang lalu saya masih cukup percaya diri dengan kemampuan saya untuk menulis, sampai Bu Yoc menunjukkan blog milik temannya. setelah saya membaca blog tersebut saya menyadari bahwa saya tidak pandai menulis. yah, ada baiknya juga, dengan begitu saya menyadari bahwa saya harus terus dan terus belajar untuk menulis dengan baik.