Monthly Archives: March 2009

Pulp Fiction (1994)

#5 at IMDB Top 250
IMBD Rating: 8.9
RT meter: 96%
Genre: Drama/Thriller

film quentin tarantino selalu identik dengan darah. hal ini seringkali menjadi bahasan di banyak review tentang film-film quentin. namun ada hal lain yang unik dari film film yang dibuat oleh quentin tarantino. alurnya tidak biasa, dan terkadang keseluruhan cerita baru bisa ditangkap setelah film berakhir.

karena hal itulah, rasanya cukup sulit untuk menceritakan plot dari film Pulp Fiction ini. ceritanya berputar di antara dua pembunuh bayaran, Vincent Vega (John Travolta) dan Jules Winnfiled (Samuel L. Jackson), seorang petinju (Bruce Willis), dan seorang istri gangster (Uma Thurman).

Ceritanya cukup unik, walaupun bergenre thriller/drama, namun kita banyak tersenyum melihat beberapa humor di film ini. selain itu, alur ceritanya menarik dan membuat kita cukup berpikir,sehingga kita terhibur di sepanjang film ini. salah satu film terbaik yang pernah saya tonton. rekomendasi saya:

Wajib untuk ditonton!

Rating: 9/10


Il buono, il brutto, il cattivo (1966)

huaaa…
entah kenapa tulisan ttg film ini lenyap begitu saja.
padahal cukup menderita untuk menulis ttg film yang tidak saya sukai.
karena itu lebih baik tetap dibiarkan begini saja, yah intinya filemnya ttg cowboy2 jaman civil war di Amrik sono.
buat yang suka sama di Clint Eastwood ato film cowboy wajib tonton sih.


belajar menulis

Saya sedang asyik membaca email dari salah satu milis yang saya ikuti ketika saya menemui pengumuman seperti berikut:

Mulai tanggal 27 Februari 2009 hingga Oktober 2009 Balai Bahasa Bandung sedang mengadakan lomba blog kebahasaan dan kesastraan. Lomba ini dibuka untuk siapa saja yang hendak membahas dan berdiskusi mengenai kebahasaan dan kesastraan Indonesia. bagi yang ingin mengikuti dapat mengunjungi alamat berikut. Lomba ini berhadiahkan total 15 juta rupiah.

Pada awalnya saya tertarik untung mengikuti lomba tersebut, tapi setelah dipikir-pikir, pengetahuan saya mengenai kebahasaan dan kesastraan Indonesia sangatlah minim. maklum, saya tidak begitu tertarik dengan pelajaran bahasa indonesia ketika masih mengenyam pendidikan di sekolah menengah. mungkin hal itu juga yang menjadi penyebab mengapa saya tidak begitu pandai menulis. ya, saya akui memang saya tidak terlalu pandai menulis. beberapa saat yang lalu saya masih cukup percaya diri dengan kemampuan saya untuk menulis, sampai Bu Yoc menunjukkan blog milik temannya. setelah saya membaca blog tersebut saya menyadari bahwa saya tidak pandai menulis. yah, ada baiknya juga, dengan begitu saya menyadari bahwa saya harus terus dan terus belajar untuk menulis dengan baik.


12 Angry Men (1957)

#9 at IMDB Top 250 list
IMDB ratings: 8.9
RT meter: 100%
Genre: Drama 

12 pria. seorang terdakwa mati. kurang lebih film ini menceritakan tentang kedua hal tersebut. 12 orang pria bertugas sebagai juri pada suatu kasus pembunuhan. keputusan cepat untuk mengeksekusi terdakawa akan segera dibuat, namun salah satu juri (Henry Fonda) berusaha untuk mengajak para juri lain untuk memutuskan kasus ini dengan tidak terburu-buru. sepanjang film ini digunakan untuk membahas apakah benar terdakwa bersalah atau tidak.

cara sidney lumet menampilkan film ini sungguh mengagumkan. bersetting di suatu ruangan, saja film ini menyajikan petualangan emosi yang sungguh menghibur kepada para penontonnya. kita serasa diajak ikut serta dalam debat di ruangan tersebut, dan juga ikut menyelami emosi dan watak masing-masing tokoh  di film ini. 

film ini mendapat 3 nominasi oscar, namun tidak memenangkan satu pun karena kalah oleh the bridge on the river kwai. film ini di remake pada tahun 1997, dan remake nya pun mendapatkan nilai 100% di RT, walaupun disebut tidak sebagus film aslinya. film ini menurut saya merupakan the best movie ever made. penggemar film sejati tidak boleh melewatkannya. rekomendasi untuk film ini adalah:

Sangat wajib untuk ditonton! :D

Rating: 9.5/10


Cerdas dan Pintar

saya seringkali menjumpai orang-orang di sekitar saya berkata: “wah enak ya kalo jadi orang pintar nggak perlu belajar” atau “dia mah cerdas jadi nggak perlu belajar juga udah ngerti”

hal ini sangatlah janggal karena definisi pintar menurut saya adalah saat seseorang sudah mempunyai pengetahuan yang cukup mendalam mengenai suatu hal. bukankah pengetahuan itu didapat melalui proses belajar? bisakah seseorang tiba-tiba mendapat pengetahuan begitu saja? contoh: seorang anak berumur tiga tahun yang tinggal di pedalaman hutan di indonesia tiba-tiba menguasai bahasa mandarin tanpa pernah sekalipun bertemu orang yang bisa bahasa mandarin. apakah dia pintar? tidak.  dia lebih dari itu.  dia merupakan keajaiban.

kemudian mari kita lihat definisi cerdas. menurut saya definisi cerdas itu adalah kemampuan untuk ‘belajar’ suatu hal dengan cepat. dari definisinya saja sudah ada kata belajar. jadi jika seseorang dikatakan cerdas tanpa perlu belajar, darimana kita tahu dia merupakan orang yang cerdas? kecerdasan dan proses belajar merupakan hal yang berkaitan erat, dan karena waktu itu relatif, maka semua orang dapat dikatakan cerdas, hanya kadarnya relatif menurut waktu.

maka dari itu, belajarlah. karena hanya dengan belajar kita bisa menjadi cerdas dan pintar.

You live and learn. At any rate, you live.
Douglas Adams (1952 – 2001)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.