Ketika saya datang ke acara kumpul alumni sma beberapa waktu yang lalu, saya berkenalan dengan salah satu senior. Setelah berkenalan dia menanyakan kesibukan saya saat ini. Kemudian saya menjawab bahwa saya baru lulus dan sedang mencari pekerjaan.
Kemudian obrolan dilanjutkan tentang dunia telekomunikasi saat ini. Sedang sulit katanya. Saya pun mengiyakan. Kemudian kami membahas tentang bisnis telekomunikasi. Obrolan tidak berlangsung lama karena dipotong makan siang.
Memang, industri telekomunikasi saat ini tidak seperti 5-10 tahun yang lalu ketika pasar sedang tumbuh dengan pesat dan margin yang bisa diambil oleh perusahaan telekomunikasi cukup tinggi. Saat ini di negara maju jumlah pengguna jasa telekomunikasi sudah mencapai titik tertinggi dengan tingkat penetrasi melebihi 100%, sedangkan di negara berkembang angka pertumbuhannya penggunanya sudah semakin kecil.
Margin keuntungan yang bisa diambil oleh perusahaan telekomunikasi pun semakin kecil karena adanya persaingan, sehingga harga produk yang dijual ke konsumen semakin turun, sedangkan biaya operasional yang dikeluarkan tiap tahunnya semakin tinggi (harga perangkat, gaji karyawan, dan lisensi pita yang naik tiap tahunnya).
Traffik voice yang diterima oleh perusahaan telekomunikasi juga semakin menurun setelah muncul banyak alternatif yang lebih murah seperti VoIP dan instant messaging. Perusahaan telekomunikasi seluler mulai mengandalkan layanan data sebagai sumber pendapatan utama, namun mereka pun mulai ditantang oleh perusahaan telekomunikasi kabel dengan adanya teknologi baru seperti 4G LTE dan femtocell. Di indonesia sendiri, perusahaan telekomunikasi seluler masih bisa bermafas lega karena internet melalui jaringan kabel masih belum bisa bersaing dengan mobile internet.
Saat ini, yang bisa dilakukan oleh para perusahaan telekomunikasi adalah mulai ‘merampingkan diri’ dan melakukan diversifikasi dengan mulai menyediakan konten, sehingga pendapatan tidak hanya terbatas dari jasa telekomunikasi. Para stakeholder mungkin bisa melihat bahwa keuntungan perusahaan akan turun sampai suatu titik tertentu, tetapi setidaknya pasar untuk industri jasa telekomunikasi akan selalu ada.