Author Archives: unta

About unta

Cuma seorang mahasiswa yang senang berkomentar tentang hidup

Bisnis Telekomunikasi Indonesia

Ketika saya datang ke acara kumpul alumni sma beberapa waktu yang lalu, saya berkenalan dengan salah satu senior. Setelah berkenalan dia menanyakan kesibukan saya saat ini. Kemudian saya menjawab bahwa saya baru lulus dan sedang mencari pekerjaan.

Kemudian obrolan dilanjutkan tentang dunia telekomunikasi saat ini. Sedang sulit katanya. Saya pun mengiyakan. Kemudian kami membahas tentang bisnis telekomunikasi. Obrolan tidak berlangsung lama karena dipotong makan siang.

Memang, industri telekomunikasi saat ini tidak seperti 5-10 tahun yang lalu ketika pasar sedang tumbuh dengan pesat dan margin yang bisa diambil oleh perusahaan telekomunikasi cukup tinggi. Saat ini di negara maju jumlah pengguna jasa telekomunikasi sudah mencapai titik tertinggi dengan tingkat penetrasi melebihi 100%, sedangkan di negara berkembang angka pertumbuhannya penggunanya sudah semakin kecil.

Margin keuntungan yang bisa diambil oleh perusahaan telekomunikasi pun semakin kecil karena adanya persaingan, sehingga harga produk yang dijual ke konsumen semakin turun, sedangkan biaya operasional yang dikeluarkan tiap tahunnya semakin tinggi (harga perangkat, gaji karyawan, dan lisensi pita yang naik tiap tahunnya).

Traffik voice yang diterima oleh perusahaan telekomunikasi juga semakin menurun setelah muncul banyak alternatif yang lebih murah seperti VoIP dan instant messaging. Perusahaan telekomunikasi seluler mulai mengandalkan layanan data sebagai sumber pendapatan utama, namun mereka pun mulai ditantang oleh perusahaan telekomunikasi kabel dengan adanya teknologi baru seperti 4G LTE dan femtocell. Di indonesia sendiri, perusahaan telekomunikasi seluler masih bisa bermafas lega karena internet melalui jaringan kabel masih belum bisa bersaing dengan mobile internet.

Saat ini, yang bisa dilakukan oleh para perusahaan telekomunikasi adalah mulai ‘merampingkan diri’ dan melakukan diversifikasi dengan mulai menyediakan konten, sehingga pendapatan tidak hanya terbatas dari jasa telekomunikasi. Para stakeholder mungkin bisa melihat bahwa keuntungan perusahaan akan turun sampai suatu titik tertentu, tetapi setidaknya pasar untuk industri jasa telekomunikasi akan selalu ada.


pemilu IA

beberapa minggu terakhir ini para kandidat ketua IA kampus gencar sekali berkampanye, mulai dari memasang baligo, hingga mengadakan event semacam talkshow dan bazaar.semangat sekali. jadi kepikiran apakah benar komentar yang dilontarkan salah satu teman: ketua IA jalannya jadi mentri!

dalam kampanye, strategi yang diusung masing-masing kandidat pun berbeda-beda. ada salah satu kandidat yang diusung oleh tim suksesnya dengan pencitraaan bahwa ida adalah kandidat ‘biasa’. ingin menjaring suara dari para kandidat ‘biasa’ nampaknya. kalo melihat film2 di barat sana, taktik menjaring suara ‘biasa’ nampak menjadi suatu strategi yang brilian, karena memang suara orang ‘biasa’ memang faktanya jauh lebih banyak dibandingkan dengan suara orang yang menonjol. namun nampaknya di kampus kami, strategi ini nggak akan laku, karena orang ‘biasa’ pun rata-rata punya cita-cita dan harapan yang besar, dan nggak mau dianggap biasa saja. hanya sedikit sekali rasanya orang ‘biasa’ yang benar-benar ‘biasa’.

ada kandidat-kandidat yang selain mengusung program yang terlihat begitu baik, juga mengusung anaknya! ya, anaknya! segudang prestasi sang anak ditunjukkan kepada para pemilih. seolah-olah sang kandidat sendiri tidak punya sesuatu yang bisa dijual. emangnya kita mau milih anaknya, hahaha

ada kandidat yang melakukan pendekatan personal, menghubungi calon pemilih satu-satu dengan harapan menambah jumlah suara yang didapat. ide yang cukup baik pada awalnya, namun ketika ‘pendekatan’ itu mulai terasa intens, mulai terlintas rasa sebal, mungkin terasa seperti saat di-PDKT oleh seseorang yang kita cukup suka, tapi tidak ingin kita jadikan pacar.

melihat strategi2 kampanye para calon yang begitu beragam, saya teringat kembali kepada salah satu manga yang pernah saya baca, mengenai kampanye seorang walikota di sebuah kota kecil. apparently, selain seorang kandidat yang baik (memiliki visi dan misi yang baik, karismatis, memiliki integritas, dan embel embel lain), di belakang itu juga diperlukan anggota tim sukses yang karismatis, yang memiliki semangat yang tak kalah besar dibanding kandidat itu sendiri sehingga kualitas-kualitas yang dimiliki kandidat akan dapat direfleksikan dengan baik. hal ini sangat menentukan jumlah suara yang akan didapat kandidat nantinya. benar atau tidak, paling tidak itu satu nilai yang saya dapat dari manga tersebut.

nah, dari kampanye pemilu IA kali ini, agaknya hanya satu kandidat yang memiliki kualitas itu. benar atau tidak pendapat yang saya utarakan barusan, mungkin bisa dilihat dari hasil pemilu kali ini. mari kita nantikan bersama-sama!


Pinkpop 2011 : Fun and Disaster (Part 1)

Coldplay!!!

satu band yang benar-benar menarik perhatian waktu seorang teman di PMI bercerita tentang festival Pinkpop tahun ini. sebagai seorang penggemar berat, tentu saja saya tidak melewatkan kesempatan untuk menonton “the biggest band in the new millenium” ini Open-mouthed smile kebetulan beberapa teman juga menyatakan tertarik untuk menonton. saya memutuskan untuk membeli tiketnya beberapa bulan yang lalu. kenyataannya adalah, teman-teman yang tadinya tertarik untuk menonton, ternyata memutuskan untuk tidak ikut. ah, so much for the enthusiasm.

untungnya ada seorang teman yang pacarnya juga ikut menonton, dan dia juga bareng satu orang teman dari prancis. ah, lumayan ada teman menonton. kita memutuskan untuk naik bis dari sini, lewat biro travel (namanya tidak ditulis di sini). yak, tiket sudah dipesan, tinggal menunggu hari H.

H-1 : hujan deras

ah, semoga besok tidak hujan. malam sebelum berangkat, saya menyiapkan segala macam perlengkapan: jas hujam, makanan, kamera, dan tidak lupa minuman. namun setelah melihat ramalan cuaca, saya mengurungkan niat untuk membawa jas hujan, karena ternyata ramalan cuaca buat besok, hanya mendung saja.

Hari-H (pagi)

saya salah hitung waktu! di tengah hujan gerimis, saya buru-buru naik sepeda ke stasiun. rasanya jauh sekali. sampai di stasiun, saya menelpon teman  yang berangkat dari Den Haag. bisnya terlambat katanya. saya pun pergi ambil uang dulu di geldautomaat. waktu saya kembali ke parkiran bis, ternyata bisnya sudah menunggu, hampir saja saya ditinggal. huff…  akhirnya naik bis juga

…(cont’d.)


Oh no!

*ngiing*

*ngiiing*

*ngiiiiing*

bunyi kipas laptop yang begitu kencang dan bunyi otak si pemakai yang terpana melihat windowsnya crash

Ah, tesis cepatlah selesai, aku butuh laptop baru!


New Can

IMG00137-20110609-2302

akhirnya tadi sore datang juga, setelah proses panjang, sempat desperate gara-gara kesalahan pembayaran bank, headset baru untuk menemani malam-malam menuju deadline tesis. meskipun ternyata modelnya berbeda dengan yang punya pacar (HD 651) *maklum waktu memesan udah rada-rada ngantuk* tapi engga kecewa sama kualitas suaranya. berawal dari iseng-iseng membuka forum audio, ditambah faktor koss porta pro saya harus masuk bengkel karena jack-nya rusak, saya memutuskan untuk mencari perlengkapan audio yang baru.

kalo menurut review di beberapa forum audiophile, HD 662 ini punya karakter suara yang cukup baik di kelas harganya. websitenya sendiri membandingkan respon frekuensinya dengan headphone sama yang harganya hampir tujuh kalinya.

pertama kali dicoba, hal yang membuat saya senang adalah kualitas suaranya yang bersih sekali. detail suara pun bagus, banyak suara-suara yang tadinya tidak saya temukan dengan headphone yang lain keluar di headphone ini. bentuknya circumaural, yang berarti menutupi seluruh bagian telinga, sehingga saat dipakai, suara dari luar tidak masuk ke dalam. busanya cukup nyaman, tidak begitu sakit waktu dipakai untuk waktu yang lama *meskipun agak sedikit kencang*

setelah pembelian kali ini berhasil, saya jadi jatuh cinta dengan merek superlux ini, mungkin kalau ada kesempatan mampir ke toko, saya mau lagi menambah koleksi Smile with tongue out


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.